Mengenal Penyakit Vitiligo

Ketika Anda sedang bercermin, Anda dikagetkan dengan munculnya bercak putih pada kulit di salah satu bagian tubuh Anda, dan setelah diperhatikan ternyata bercak putih tersebut malah semakin meluas atau membesar dari hari-kehari. Jika Anda benar-benar megalami hal ini, mungkin saja Anda terkena Vitiligo.

Vitiligo adalah sindrom hilangnya pigmen kulit

Vitiligo adalah sindrom hilangnya pigmen kulit
Image credit : Vitiligo by James Heilman at commons.wikimedia.org/wiki/File:Vitiligo1.JPG

Vitiligo Adalah ?

Apa itu Vitiligo? Vitiligo adalah sejenis kelainan kulit yang disebabkan hilangnya melanin pada kulit karena melanosit tidak dapat lagi memproduksi melanin.  Pada gejala awal kemungkinan sel melanosit masih ada cuman dia sudah tidak dapat lagi memproduksi melanin, kemudian lama kelamaan sel melanositpun akan ikut hilang.

Munculnya Vertiligo biasanya ditandai dengan gejala awal seperti munculnya bercak-bercak putih pucat pada kulit, atau berkurangnya warna kulit pada sebagian area kulit yang lama-lama semakin jelas, dan pada akhirnya warna kulit asli akan benar-benar hilang. Didunia kedokteran, keadaan ini disebut dengan depigmentasi atau keadaan dimana kulit sudah tidak mempunyai pigmen sama sekali.

Keterangan Istilah:

  • Melanosit adalah sel yang terdapat pada lapisan epidermis kulit yang berfungsi untuk memproduksi melanin.
  • Melanin adalah pigmen kecoklatan yang berfungsi untuk menghadang efek buruk sinar matahari dengan menurunkan jumlah sinar yang masuk kedalam kulit, serta sebagai pigmen pembentuk warna kulit, rambut dan mata pada manusia.

Penyebab Vitiligo

Hingga saat ini para ahli belum dapat menentukan secara pasti penyebab utama dari kelainan kulit Vitiligo ini. Namun beberapa faktor sering dikaitkan akan munculnya Vitiligo ini, seperti faktor mallfungsi dari kekebalan tubuh yang gagal mengenali bagian dari tubuhnya sendiri sehingga sistem imunitas tubuh akan menghajar dan melawan sel dan jaringan miliknya sendiri.

Meski penyebab vitiligo belum secara tepat diketahui, tetapi sebagian besar penelitian sering mengaitkan beberapa faktor berikut ini sebagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya Vitiligo.

  • Gangguan autoimun – sistem kekebalan tubuh pasien menjadi terlalu aktif, sehingga menghancurkan melanosit
  • Trauma dan gesekan, seperti area yang rawan seperti tangan, kaki, siku, lutut dan pergelangan tangan
  • Sebuah peristiwa stres
  • Terkena sengatan matahari yang terlalu parah atau terkena luka bakar
  • Paparan bahan kimia tertentu
  • Faktor keturunan, karena ditemukan beberapa dari penderita mempunyai jalur keluarga yang terkena Vitiligo
  • Kadang-kadang kehilangan pigmen dapat terjadi pada seseorang yang memiliki melanoma, keganasan dari sel-sel yang memproduksi melanin (melanosit).

Cara Mengobati Penyakit Vitiligo

Orang yang terkena Vitiligo sebaiknya segera diatasi, karena apabila dibiarkan Vitiligo bisa mengakibatkan kangker kulit, dan apabila sudah meluas penderita Vitiligo akan merasakan panas dan kulitnya memerah saat terkena paparan sinar matahari atau terkena air hangat.

Berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa cara mengobati atau mengatasi Vitiligo.

Treatment Streoid topical

ini adalah tratment yang paling sederhana dan terkadang efektif untuk mengatasi masalah Vitiligo pada daerah yang kecil dan sempit, yaitu dengan mengoleskan krim yang mengandung steroid pada  bagian yang mengalami Vitiligo. Naumun demikian, apabila Vitiligo tidak kunjung membaik atau malah mengakibatkan efek samping maka segera hentikan treatment ini.

Phototerapy dengan cahaya UVB

Menyinari kulit yang terkena vitiligo dalam jumlah kecil dengan lampu UVB adalah langkah sederhana kedua yang bisa dilakukan, karena metoda ini dapat dilakukan dengan menggunakan lampu kecil. Jadi penderita tidak perlu bolak-balik ke klinik hanya untuk melakukan terapi ini, namun sebaiknya pasien menanyakan kepada dokter ahli kulitnya mengenai metoda ini.

Namun apabila daerah vitiligonya terlalu besar maka dianjurkan untuk melakukan penyinaran UVB ini di rumah sakit, sehingga penangananya akan jauh lebih baik dan kemungkinan akan dikombinasikan dengan treatment lainnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik

Phototerapy dengan cahaya UVA

Treatment penyinaran dengan Sinar ultraviolet (UVA) adalah treatment yang sering dilakukan klinik rumah sakit untuk mengatasi Vitiligo. Sebuah obat yang disebut prosalen akan diberikan guna meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultra violet saat pasien melakukan terapi sinar UVA ini. Biasanya kulit yang terkena Vitiligo akan disinari Ultra Violet A dengan dosis tinggi.

Untuk mendapatkan perbaikan yang maksimal, biasanya pasien harus melakukan beberapa sesi terapi, dan kemajuan akan terlihat biasanya setelah 6-12 bulan terapi, dengan sesi dua kali terapi dalam satu minggu.

Donor melanosit – Suction Blister Grafting

Cara lain untuk mengatasi Vitiligo adalah dengan cara donor melanosit yang disebut dengan tindakan suction blister grafting dalam treatmen ini bagian kulit yang terkena Vitiligo diambil di bagian atasnya sehingga tidak merusak kulit.

Kamuflase kulit

Dalam banyak kasus, saat kelainan kulit vitiligo masih dianggap ringan, area dengan bercak putih dapat disamarkan dengan kosmetik dan makeup berwarna. Meski demikian penderita harus pandai dalam memilih warna yang paling cocok dengan warna kulitnya. Jika kosmetik dan make up diterapkan dengan benar, maka ini akan bertahan selama 12-18 jam di wajah, dan hingga 96 jam di seluruh tubuh. Usahakan aplikasi yang digunakan bersifat anti air atau water-proof.

Semua treatment diatas memang tidak memberi jaminan akan keberhasilan untuk mengatasi Vitiligo, namun banyak juga yang berhasil mengurangi vitiligo dengan cara diatas. Semuanya tidak instan, butuh kesabaran untuk menjalaninya. Segera lakukan konsultasi pada dokter ahli kulit jika Anda menemukan bercak putih yang tidak biasa pada tubuh Anda, hal ini sangat berguna supaya kelainan ini tidak semakin meluas di tubuh Anda.

Comments are closed.